Kesehatan merupakan tanggung jawab seseorang, bukan tanggung jawab, perawat atau dokter, seseorang sering sakit karena lalai dan tak bertanggung jawab terhadap kesehatannya. Tak mengindahkan hukum aturan kesehatan.
Betapa sering kita mendengar
seorang berkata, “kalau sakit, gampang ke dokter aja, guitu aja kok repot”.
Ungkapan ini selain meunjukkan rasa hormat dan percaya akan kesanggupan dokter untuk mengatasi penyakit, sekaligus
menunjukkan sikap masa bodoh alias “cuek” terhadap kondisi kesehatan
pribadinya.
Benar setiap dokter ahli dapat
merawat penderita dengan baik, namun lebih baik lagi jika kita tidak jatuh
sakit sehingga tidak memerlukan perawatan medis, ironisnya jika organ oragan
penting kita mengalami kerusakan fatal dan tidak bisa di sembuhkan kembali ke
kondisi normal akibatnya kita menderita keluhan kesehatan seumur hidup dan
otomatis memperpendek harapan hidup kita.
Banyak masyarakat awam mengatakan
...”sudahlah kok dipikirkan, umurkan di tangan Tuhan.” Pola pikir seperti ini
menyebabkan manusia tidak mensyukuri kondisi sehat yang dilimpahkan Tuhan
dengan merawatnya namun seringkali memperbudak tubuhnya untuk memenuhi ambisi
dan hawa nafsunya sehingga tubuh sehatnya hancur karena ketidak peduliannya
terhadap kesehatan .
Berapa banyak kaum profesional
seperti, pengusaha, pengacara, artis, selebritis, politisi muda, meninggal di
usia muda atau usia produktif, istilahnya “mati mendadak”, tidak ada angin
tidak ada Hujan, sa dek sak nyet langsung, tumbang dan meninggal ditempat.
Padahal tidak ada gejala penyakit.
Asumsi terdekat “sakit jantung”,
seorang lelaki muda, ahli ekonomi,
jurnalis, pengajar di berbagai perguruan tinggi sekolah bisnis, reputasinya
luar biasa, tiba tiba terserang “Stroke”,
sehingga cacat permanen, lumpuh, syarat di batang otak rusak, sistem
syaraf emosi rusak, akibatnya hancur seluruh karir gemilangnya, istri dan anak
anaknya yang masih kecil kecil jadi terlantar ikut menderita karena sibuk
mengurusi ayah mereka yang sudah tak berdaya.
Kurang lebih 50% dari mereka yang
mendapat serangan jantung pertama kali akan diakhiri kematian, 50% lagi luput
dari kematian, namun jika mereka tidak belajar pola hidup sehat, maka kematian
akan segera menghampiri mereka.
Oleh sebab itu sangatlah penting
bagi setiap orang memahami pentingnya pola hidup sehat, pola nutrisi seimbang,
pola olahraga yang baik dan teratur dan menjaga kesehatan mental dan pikiran
agar mereka mampu meraih usia panjang awet muda dan segar bugar selalu.
Dalam sebuah pertemuan para
gubernur di Amerika Serikat di Sacramento California, tanggal 15. 16
Oktober
1951. Dr. Michael J. Walsh, seorang ahli gizi dari Hollywood mengatakan,
“adalah merupakan hal yang sia sia dan bencana jika menunggu sampai penyakit
itu timbul lalu di obati, apalagi kenyataannya penyakit itu dapat dicegah
sebelum terjadi. Faktor utama untuk pencegahan
penyakit itu tak lain adalah Nutrisi
atau gizi.
Menurut Dr. Joy M Hoffman, orang orang Hunza yang tinggal di
pegunungan Himalaya adalah orang orang tersehat dan terpanjang umurnya di dunia
dan jarang mengidap penyakit. Makanan mereka adalah makanan sederhana. Buah segar, sayuran segar, kacang kacangan dan
praktis tidak makan daging, kecuali pada waktu berpesta. Mereka tidak mengenal jenis jenis penyakit yang
banyak meraja lela dewasa ini.
Vitamin C-Compleks, juga vitamin
P dan K adalah merupakan “perekat” yang
memegang erat jaringan tubuh satu sama
lain. Kekurangan vitamin C-compleks mengakibatkan goyahnya jaringan jaringan
tubuh serta lumpuhnya pembuluh pembuluh darah. Proses beralihnya tulang rawan
ke tulang keras terhenti, susunan syaraf terganggu, dinding paru paru rusak,
jaringan tubuh rusak, darah menggumpal dan tidak lancar mengalir, tulang tulang
rapuh, proses kalsium terhambat, bakteri dengan bebasnya akan menyerang organ
organ tubuh, dan banyak lagi. Vitamin C-Compleks ini banyak terdapat di jeruk
nipis, paprika, kol mentah, seledri, sebaiknya dikonsumsi mentah agar enzim
hidupnya masih utuh.
Makanan berguna sebagai “sumber enerrgi” pada tubuh, makanan
adalah sumber pembangun tubuh, siang dan malam sel sel yang rusak dan aus di
ganti oleh mesin tubuh melalui bahan baku makanan. Oleh karena itu makanan
sangat dibutuhkan setiap waktu untuk memenuhi unsur unsur yang dibutuhkan oleh
tubuh.
Oleh sebab itu pengetahuan dasar
mengenai nutrisi dan gizi bagi kesehatan sangatlah penting di ketahui setiap
orang yang ingin memperoleh hidup sehat segar bugar secara hakiki. Karena
dengan tidak mengetahui apa apa yang dibutuhkan tubuh, tidak mengerti untuk memilih
jenis makanan untuk kebutuhan tubuh, berarti mempertaruhkan harta termahal,
yaitu kesehatan pribadi.
Penyakit tiak datang secara tiba
tiba, melainkan karena mengikuti hukum kesehatan. Penyakit penyakit berbahaya
seperti janting, ginjal, darah tinggi, bahkan kanker, dapat timbul akibat cara
hidup yang tidak teratur atau cara makan yang tidak baik.
Gejala gejala penyakit adalah
akibat bukanlah penyebab penyakit. Oleh karena itu kita harus mengerti seluk
beluk penyebab penyakit dan cara cara bagaimana menghilangkan penyakit tersebut
sebelum kesembuhan terjadi.
Dalam pengobatan konvensional ,
ada jargon umum mengatakan “Setiap penyakit ada obatnya”, tercatat obat
pencahar untuk sembelit, analgesik untuk encok, aspirin untuk sakit kepala,
obat penghilang rasa sakit untuk perasaan perih, tablet perangsang untuk tetap
terjaga, obat penenag untuk tetap tenang. Didalam pengobatan konvensionalpun
pembedahan merupakan penyembuhan, anda mempunyai penyakit ginjal? Tonsil
meradang? Solusinya “potong” , Borok perut? Apendiks? Operasi. Tumor di rahim?
Angkat sekaligus rahimnya. Jantung tak bekerja dengan baik ? ganti dengan
jantung lain! Buang yang perlu di buang, ganti yang perlu di ganti. Kita
besyukur dengan adanya pembedahan karena
telah begitu banyak nyawa diselamatkan dengan cara ini. Namun jauh lebih baik
kalau seseorang dididik untuk mencegah timbulnya penyakit. Dan pencegahan
penyakit ini dapat dilakukan dengan pengaturan gizi makanan.
Sebagaimana telah disebutkan
sebelumnya, bahwa setiap bagian tubuh, dari telapak kaki sampai rambut kepala,
selalu dibangun kembali. Gugurnya rambut atau rontoknya gigi, bahkan lemahnya
jantung, adalah karena salah pilih makananatau salah penyediaannya, kebodohan,
atau mengabaikan hal hal ini, merupakan “BUNUH DIRI”.
Coba anda pikirkan “Apa Gunanya
Memiliki Rumah Mewah, Mobil Mewah” jika mengidap penyakit kronis dan rusaknya
organ tubuh seperti gagal ginjal, stroke, darah tinggi, kadar gula sangat
tinggi yang senantiasa mengganggu kesehatannya.. Bayangkan anda berkelimpahan
harta, namun harus mengerang kesakitan tiap detik bahkan tak mampu memejamkan
mata karena mengidap penyakit rematik kronis atau kanker yang sudah menjalar
dan merusak setiap organ.
Sekali lagi saya ingatkan
“KESEHATAN ADALAH TANGGUNG JAWAB PRIBADI, TIDAK BISA ANDA LIMPAHKAN KEPADA
PERAWAT, DOKTER ATAU SIAPAPUN, KARENA SAKIT AKAN MENGURAS ENERGI ANDA,
MEMBEBANI EKONOMI ANDA, MEMBEBANI PIKIRAN DAN MENTAL ANDA, DAN JELAS JELAS
MENYUSAHKAN ORANG ORANG YANG ANDA CINTAI”
Sekali lagi saya ingatkan
“HANCURNYA KESEHATAN ANDA, DATANGNYA PENYAKIT BUKAN KARENA KEBETULAN, ATAU TIBA
TIBA, TAPI PRINSIPNYA ANDA YANG MENGUNDANG PENYAKIT ITU DATANG, DENGAN LALAI
TERHADAP HUKUM KESEHATAN, TIDAK PEKA DENGAN SINYAL TUBUH, MELANGGAR HUKUM
ALAM.”
Yang semua ini berujung pada kematian dengan perjalan penderitaan rasa
sakit.
Sekali lagi saya ingatkan “HARTA
TERMAHAL ADALAH KESEHATAN, JAGALAH ANUGRAH TUHAN AKAN KESEHATAN INI DENGAN
SEBAIK BAIKNYA, DENGAN CARA MENGERTI DAN MENGENAL HUKUM ALAM, HUKUM MAKANAN
SEHAT”.
“We squander Health in search of
Wealth...
We scheme and toil and save,
Then squander Wealth In search of
Health..
And all we get is a grave..
We live and boast of what we own,
We die
and only get a stone”
“Kita Korbankan kesehatan... Untuk
Mendapat Kekayaan... Kita Berencana, Bekerja dan
Menyimpan... Kemudian mengorbankan kekayaan... Untuk Mendapatkan Kembali Kesehatan...Dan Sering Yang Di Dapat Adalah
Kuburan... Kita Hidup Dan Bangga Atas Apa
Yang Disimpan... Kita Mati dan Hanya Memperoleh
Sebuah Batu Nisan”