Pages

Tahukah Anda Manfaat Alpukat

Alpukat kaya dengan glutathione, lutein, vitamin dan berbagai mineral.

Sayur dan buah segar yang tidak di masak kaya akan enzim

Enzim adalah zat hidup berperan sangat penting dalam proses metabolisme tubuh.

Buah buahan dan sayur sayur kaya akan anti oksidan

Juga mengandung serat yang berfungsi sebagai detoksifikasi sampah sampah metabolisme tubuh.

Sehat Awet Muda, perbanyak konsumsi buah dan sayur

Anti Oksidan buah buahan dan sayuran melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel sel.

Konsumsi Biji bijian penting untuk kebutuhan nutrisi tubuh

Biji bijian mengandung karbohidrat, asam amino dan asam lemak yang sangat penting bagi tubuh.

Tampilkan postingan dengan label Mengenal Fungsi Tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Fungsi Tubuh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Kelenjar Endokrin

Kelenjar endokrin :
  • Kelenjar & sel sistem endokrin menghasilkan zat perantara kimia, disebut hormon yang beredar dalam darah & cairan lain
  • Sebagai respons terhadap umpan balik fisiologis,hormon menjaga lingkungan dalam tubuh agar tetap optimal
  • Hormon juga mengatur proses jangka panjang, seperti      pertumbuhan, perubahan saat pubertas & aktivitas reproduksi
  • Sistem endokrin berhubungan langsung dengan sistem saraf melalui otak, sehingga dapat mengawasi & mengendalikan seluruh sistem lain

Keterangan :
  • Usus, sama seperti ambung.membentuk hormon yg nerangsang pembentukan / lepasnya enzim yg membantu pencernaan
  • Ovarium (dindiing telur). kedua varium membentuk hormon seks wanita yaitu estrogen & progesteron :
  •  Estrogen merangsang pematangan sel telur
  • Progesteron merangsang penebalan dinding rahim
  • Testis. pada pria ke 2 testis membentuk :
  •  Androgen. hormon seks pria termasuk testosteron
  • Androgen merangsang pertumbuhan & perkembangan organ seks pria & produksi sperma mempengaruhi karakter seksual sekunder, seperti rambut-rambut muka & perubahan suara.

Ket :
  • Hipotalamus, kumpulan sel saraf yang berfungsi sebagai penghubung utama antara saraf & hormone menghasilkan "faktor pelepas" hormon pengatur) yang mengalir ke dalam kelenjar hipofisis dan mengatur suhu tubuh & mengendalikan sistem saraf otonom
  • Kelenjar hiposls (kepala kelenjar) mengendalikan sebagian besar kelenjar endokrin
  • Kelenjar tirold, mengendalikan tingkat metabolisme termasuk menjaga berat tubuh.tingkat penggunaan energi & frekuensi denyut jantung & tidak seperti kelenjar hormon lain.kelenjar ini dapat menyimpan hormonnya
  • Kelenjar timtis menghasilkan 3 hormon yg tertibat dalam pembentukan sel darah putih yang disebut sel T yang berfungsi dalam sistem kekebalan tubuh
  • Kelenjar pineal (badan pineal), kelenjar sebesar kacang polong di tengah-tengah otak & membentuk melatonin, hormon penting dalam ritme tubuh seperti siklus tidur-bangun juga mempengaruhi perkembangan seksual
  • Kelenjar adrenal, korteks (lapisan luar) membentuk hormon steroid yang mengatur metabolisme glukosa, natrium & kalium & menjaga keseimbangan cairan & medula (lapisan dalam) menghasiikan adrenalin
  • Jantung.menghasilkan hormon yang disebut atriopeptin yang berfungsi mengurangi volume & tekanan darah 8, membantu mengatur keseimbangan cairan Ginjal, mensekresi erltropoietin yang merangsang produksi sel darah merah dalam sumsum tulang
  • Lambung, membuat hormon yang merangsang produksi / lepasnya enzim pembantu pencernaan
  • Pankreas, memiliki pulau-pulau sel. disebut pulau Langerhans yang menghasilkan 2 hormon, insulin & glucagon, insulin menurunkan kadar glukosa darah & glukagon meningkatkan kadar glukosa darah sebagai bagian dari mekanisme pengedalian tubuh.
Urin :
  • Pembentukan urin oleh ginjal dapat membuang bahan sisa & zat yang berlebih dari dalam darah
  • Menjaga keseimbangan air, cairan, garam & mineral tubuh
  • Produksi urin dikendalikan oleh beberapa hormon sel
  • Dipengaruhi oleh aliran & tekanan darah
  • Jumlah air & zat gizi yang masuk, banyaknya cairan yang hilang (melalui keringat & pendarahan misalnya), kondisi lingkungan (khususnya suhu) dan siklus diurnal {seperti tidur & bangun)

Peredaran Darah

Peredaran darah : 
  • Sistem sirkulasi terdiri atas jantung, pembuluh darah dan darah.
  • Denyutannya yang teratur mengirim darah ke dalam pipa kuat elastis yang disebut arteri, bercabang menjadi pembuluh daerah lebih kecil dan membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.
  • Arteri akhirnya terbagi lagi menjadi kapiler-kapiler kecil yang berdinding sangat tipis, sehingga oksigen,  zat gizi, mineral dan zat lain dapat menembus dinding itu menuju sel dan jaringan sekitar.
  •  Zat sisa (karbon dioksida) mengalir dari jaringan dan sel menuju darah untuk dibuang.
  •  Kapiler-kapiler bergabung dan membesar membentuk pipa yang akhirnya menjadi vena yang membawa darah kembali ke jantung.
  • Pembuluh darah pembawa darah beroksigen (biasanya arteri) diperlihatkan dalam warna merah.
  • Pembawa darah tak beroksigen (biasanya vena) berwarna biru.
  • Jejaring rumit ini memiliki panjang sekitar 150.000 km, setara dengan hampir 4 kali mengelilingi bumi.

Senin, 25 Maret 2013

Cara Kerja Antibodi Tubuh

1.     Tahap menyelimuti
  • Sel darah putih menjulurkan pseudopod (kaki palsu) menuju dan mengelilingi benda yang tak diinginkan.
  • Tampak disini adalah sebuah bakteri
  • Pseudopod (kaki palsu) lalu bergabung untuk menelannya.
2.     Tahap lisis (kerusakan sel) 
  •         Benda ditahan di dalam vesikel fagosit yang bersama lisosom (kantong yang berbentuk agak bulat dikelilingi membrane tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makromolekul) yang mengandung enzim membentuk fagolisosom, tempat lisis (pemecahan) terjadi.
3.     Tahap eksositosis (proses pengeluaran zat dari dalam sel)
  •  Produk tak berbahaya hasil pencernaan sel dibuang melalui membran sel darah putih.
  •   Dalam vesikel eksositis kecil terikat membrane menuju cairan di luar sel.

Sistem imunitas tambahan :
  • Banyak organ berperan melindungi tubuh dari mikroba jahat
  •  Keseluruhan organ tersebut dinamakan sistem imunitas tambahan karena mereka menambah sistem imunitas internal yang sebenarnya.
  • Mekanisme fisik perlindungan ini diberikan oleh struktur seperti kulit dan rambut mikroskopik, sedang enzim lambung dan bakteri bermanfaat melindungi dengan zat kimia tertentu.

Keterangan :
  • Keterangan air mata (lakrimal) yang mengandung enzim antibakteri, lisozim yang membasahi bola mata di setiap kedipannya.
  • Saluran pernafasan, rambut hidung mengikat partikel di udara, lender & silia pada lapisan hidung dan trakea mengikat dan membuang debu, mikroorganisme dan kotoran.
  • Usus halus, enzim pencernaan yang kuat, termasuk enzim pankreas, menyerang mikroba yang dapat lolok dari lambung.
  • Usus besar, bakteri “bersahabat” alami dan mikroorganisme lain, yang disebut flora usus, menjaga keseimbangan kimia yang mencegah mikroba berbahaya.
  •  Mulut dan tenggorokan atas, kelenjar saliva (kuning) menghasilkan air liur antibakteri, sedang lender dan air liur mengikat partikel dari udara di tenggorokan atas.
  • Lambung, asam hidroklorida kuat dan enzim pencernaan di dalam cairan lambung membantu menghancurkan perumbuhan organisme yang termakan.
  •  Saluran genital – urin, lapisan lender membantu mengikat benda asing dan bakteri tak berbahaya menghalangi perumbuhan organisme jahat.
  • Kulit, benteng mekanis yang dibentuk kulit adalah pertahanan pertama terhadap organisme jahat dan melindungi tubuh dari kekuatan fisik, seperti perubahan suhu drastis, radiasi dan berbagai zat kimia.
  •  Sistem limpa merupakan bagian pelengkap dari sistem imunitas dan berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap berbagai bahaya, seperti sinar ultraviolet matahari, panas berlebihan, zat kimia beracun, kerusakan fisik dan ancaman mikroorganisme (bakteri & virus).
  • Bagian aktif sistem ini adalah cairan limfa yang awalnya berupa cairan interstisial yang terkumpul dari sel-sel di seluruh tubuh.
  • Cairan itu mengalir ke jejaring kapiler kecil di sela-sela jaringan yang kemudian menyatu dan membentuk pembuluh yang lebih besar yang disebut limfatik (pembuluh limfa).
  • Nodus limfa (kelenjar limfa) adalah daerah penyaring dan penyimpan dalam sistem ini dan tersebar di sepanjang jalur limfa.
  • Tidak seperti darah, limfa tidak dipompa, mengalir secara pasif saat pembuluh limfa ditekan oleh kontraksi otot sekitar sewaktu bergerak.
  • Cairan limfa masuk ke peredaran darah melalui vena subklavia kiri dan kanan.
  • Organ limfoid meliputi timus, limpa dan jaringan limfoid, seperti tonsil dan plak peyer, melengkapi seluruh sistem
  • Organ limfoid, mengandung sejumlah besar sel darah putih khusus, terutama limfosit yang melindungi tubuh dari benda asing seperti serangan mikroorganisme.  (disadur dari buku : wilospractic. William Sp. Lba, Wp. & Nutritionist)